No Wonder Hady Mirza Won First Asian Idol
Sebenarnya, yang membuat Singapura memenangi Asian Idol adalah karena kedunguan kita. Apa iya? Ikuti ulasannya ….
Penyelenggaraan Asian Idol malam tadi mencapai titik klimaks. Keheranan dan rasa tak percaya menghinggap tak hanya juri dan penonton baik yang langsung maupun melalui tv, tetapi juga pada pemenang itu sendiri, Hady Mirza dari Singapura.
Rasa heran dan tak percaya wajar saja, karena performa dan kualitas Hady Mirza bila dibandingkan oleh peserta Idol lainnya bisa dikatakan sedikit satu kelas dibandingkan unggulan utamanya; Jaclyn Victor (Mal), Mike Mohede (Indo), Mau Marcelo (PHIL).
Saya melihat kemungkinan kemenangan besar Hady Mirza, Singapura adalah lebih kepada faktor teknis voting, ketimbang alasan non teknis; seperti penampilan (stage-performace).
Kontribusi utama kemenangan Singapura dalam memenangkan First Asian Idol adalah karena teknis voting berupa pengiriman SMS. SMS yang dikirimkan harus menyertakan dua kandidat (negara) dalam satu pengiriman.
Alasan panitia dan negara peserta mungkin keberatan, karena kalau metode voting SMS konvensional yang hanya mengirim satu kandidat juara hanya akan didominasi oleh negara berpopulasi besar, dalam hal ini India dan Indonesia. Singapura dan Vietnam, dan mungkin juga Philiphina agak keberatan. Karena bakal kalah sebelum bertanding berhubung populasi meraka yang tak sebanyak India dan Indonesia.
Wajar mereka keberatan, karena Asian Idol kali ini yang hanya satu kali tanpa babak penyisihan, hanya mengandalan fanatisme dan sentimen kebangsaan, ketimbang obyektifitas kemampuan setiap peserta. Orang yang berpikir pendek akan langsung berpikir yang banyak kirim sms dia lah yang jadi pemenang.
Makanya nggak heran sewaktu Mau Marcelo dari Philiphina di wawancarai oleh RCTI (Seputar Indonesia) merasa nggak begitu yakin walau performance bagus.
"You know? It’s a vote .. so … well … you know? …", begitu kira2 menanggapi kemungkinan kemenangannya.
Lantas kenapa Singapura Hady Mirza menang????Pertama, karena faktor teknis voting yang harus mengirimkan dua kandidat juara dalam satu SMS. Singapura mendapatkan limpahan suara dari negara lain selain dari negerinya sendiri melalui SMS, di mana penyumbang suara terbesar dari Indonesia, Malaysia, India, dan sebagai dari Vietnam/Philipina (???).
Kenapa begitu? Karena faktor non teknis yang mendukungnya, yakni ..Kedua, faktor non teknis karena kedekatan rumpun. Sosok Hady Mirza lebih diterima oleh Indonesia dan Malaysia (kecuali dari etnis India dan preferensinya bangsa India juga) karena keserumpunannya, ketimbang peserta dari Vietnam (Phuong Vy) maupun Philipina (Mau Marcelo). Sebaliknya Malaysia dan Indonesia kecil sekali kemungkinannya saling menyertakan antara keduanya di dalam SMS terkait isu dan konflik budaya yang sedang berlangsung akhir-akhir ini.
Kedua, adanya limpahan suara dari India lebih dikarenakan faktor strategi di atas panggung. Di mana duet Hady Mirza dengan peserta India, Abhijeet Sawant, menyanyikan sebuah lagu India di penghujung acara, telah cukup mendulang simpati sebagian pemilih dari negeri (bangsa/etnis) India.
Ketiga, Singapura menjadi negara netral bagi Philipina dan Vietnam untuk menjadi pilihan kandidat kedua, maka dalam hal ini faktor good-loking menjadi penentu sms-voter untuk memilih Mirza.
Jadi, wajarlah kalau Hady Mirza menjadi unanimous decision (menang mutlak dan telak)! Nggak percaya? Cari deh data detailnya, pasti angka pemilih Hady Mirza kalah jauh di atas peserta lainnya.
Jadi yang dungu dan pintar siapa? ha..ha..ha…Untunglah waktu istri ku nyuruh kirim akau nggak mau .. karena tau siapa yang bakal menang .. yang pasti bukan Malaysia dan Indonesia … dan yang pasti buang-buang duit ajah ….
"And the first Asian Idol goes to, Hady Mirza, Singapore," wakakakakakak ….. capek deh lu!!!

lucky me, never spending my life in front of television and cramping my fingers to send SMS
Comment by jesie — March 23, 2008 @ 2:00 am
pertamax
Comment by koer — October 15, 2008 @ 8:18 am
mantab
Comment by koer — October 15, 2008 @ 8:19 am