Ada dua hal yang mungkin setidaknya perlu diperhatikan bila ingin berkendara jauh dan panjang, terutama saat mudik.

1. Lakukan proses persiapan kendaraan minimal satu minggu sebelum hari H.
Proses persiapan meliputi pengecekan kondisi kendaraan dan perbaikan komponen kendaraan di bengkel. Setelah proses pengecekan dan perbaikan dilakukan, gunakan sebagaimana normalnya kita mengendarai kendaraan tersebut. Hal ini untuk mengantisipasi, bila mana proses pengecekan dan perbaikan kurang sempurna, kita masih memiliki waktu luang untuk memperbaikinya.

 

2. Berkendaralah dengan menerapkan prinsip "Defensive Safety Driving"

Defensive safety driving yakni selalu menjaga jarak kendaraan, terutama di perjalanan yang panjang dan lenggang, seperti di tol, untuk mengurangi resiko kecelakaan. "Defensive Safety Driving Principle" selalu menerapkan 4 (empat) detik jarak antara kendaraan kita dengan kendaran di depan kita.

Karena 4 detik menurut penelitian adalah waktu aman untuk merespon apa yang terjadi dengan kendaraan di depan kita, bukan jarak - seperti 100 meter, misalnya; karena jarak relatif terhadap kecepatan kita.

Dengan jarak tertentu belum tentu sesuai dengan kendaraan dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Empat detik adalah waktu yang cukup untuk:

  • 1 detik melihat kejadian di muka (kendaraan di muka pecah ban dan berhenti mendadak),
  • 1 detik berpikir untuk apa yang harus dilakukan (beri sinyal tanda bahaya dan kurangi kecepatan),
  • 1 detik untuk beraksi terhadap kendaraan kita (nyalakan lampu hazard dan injak rem secara teratur berkala), dan
  • 1 detik terakhir adalah untuk waktu bagi kendaraan untuk merespon aksi yang kita inginkan (kecepatan kendaraan berkurang hingga berhenti).

Artinya, menjaga jarak 100 meter dengan kendaraan di depan kita hanya efektif bila kecepatan kendaraan kita adalah ~110 km/jam, lebih dari kecepatan tersebut adalah jarak yang kurang aman, dengan catatan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan layak.

 

Itu saja!
Have safe "mudik" and drive!