AntaraSeptember 28, 2006 6:07 pm

Berhubung intensitas yang bakal sering dalam menggunakan sarana transportasi ini, saya dan teman2 memutuskan untuk membeli tiket 30-Days Pass.

BTS (Bangkok Mass Transit System) - perusahaan pengelola Bangkok SkyTrain - menyediakan 4 macam jenis tiket:

1. Single Journey Ticket,

2. Stored Value Ticket,  

3. One Day Pass,

4. 30 Days Pass (ada 2 macam; untuk Student dan Adult) 

Single Journet Ticket Single Journey Ticket

Yang umum dan biasa kita pakai itu (1) Single Journey Ticket. Di mesin ticket, pilih tujuan, masukin coin/uang kertas sesuai harga tiket tujuan, dapet tiket, masukin di Entry Gate, keluar tiketnya simpen sampai nanti di Exit Gate. Di Exit Gate, masukin tiketnya, Gate akan terbuka, selanjutnya tiket akan di"telan" oleh Gate. Bye.. bye .. tiket!

Stored Value Ticket Stored Value Ticket

Sedangkan untuk (2) Stored Value Ticket, lebih ditujukan kepada tingkat kenyamanan si pengguna dari antrian. Di antara jenis tiket yang bisa disimpan ("dimiliki"), tiket jenis ini memiliki harga awal paling murah di antara yang lain (30 Day Pass dan 1 Day Pass). Harga tiketnya hanya 100 Baht (Rp 25.000) (termasuk 30 Baht deposit, berarti yang bisa dipakai hanya 70 Baht - Rp 17.000-an), selanjutnya kita bisa refill dgn minimal pengisian 100 Baht. Tiket ini valid 2 tahun terhitung dari waktu terakhir pengisian. Pengurangan saldo didasarkan harga normal tujuan, seperti halnya kita membeli (1) Single Journey Ticket.

One Day Pass Ticket One Day Pass Ticket

Untuk (3) One Day Pass ticket, dengan membayar 120 Baht kita bebas menggunakan BTS semampu dan semau kita hanya sebatas satu hari saja. Jadi buat mereka para turis yang hanya punya satu hari, tapi ingin pergi ke banyak tujuan dengan menggunakan BTS, maka pilihan bisa menjadi alternatif penghematan. FYI, jarak terdekat hargan tiketnya adalah 10 Baht, sedangkan yang terjauh adalah 40 Baht. Kalau kita tinggal di daerah Sukhumvit (baca: Sukhumwit) (BTS Asok), dan berencana pergi ke CatuChak Market, lalu mampir ke Pantip atau Pratunam (Ratchathewi), setelah itu pergi lagi ke Siam Paragon (Chit Lom), lalu ke Siam Square atau MBK (Siam), balik ke Asok. Malamnya mao ngeliat Floating MArket at Night di Saphan Phut (Saphan Taksin) lalu balik lagi ke Asok. Normalnya kita harus membayar 215 Baht, tapi dengan One Day Ticket kita bisa save 95 Baht (sekitar Rp 25.000).

(ps. Pulangnya tinggal pijat kaki ala Thailand deh, alias teparrr  …emoticon )

Adult 30 Days Pass

Adult 20 Trips 30 Days Pass Ticket Adult 20 Trips 30 Days Pass Ticket Adult 30 Trips 30 Days Pass Ticket

Student 30 Days Pass 

Student 20 Trips 30 Days Pass TicketStudent 20 Trips 30 Days Pass TicketStudent 30 Trips 30 Days Pass Ticket

Sedangkan untuk tiket jenis (4) 30-Day Pass, hitungannya berdasarkan jumlah trip atau jumlah hari (tergantung mana yang lebih dahulu expirednya). Pilihan jumlah trip yang disediakan dalam satu tiketnya adalah untuk jenis Adult: 30 trips (600 Baht - 20 Baht per trip) dan 20 trips (440 Baht - 22 Baht per trip). Kalau jenis Student: 30 trips (450 - 15 Baht per trip) dan 20 trips (340 Baht - 17 Baht per trip).

Dengan pertimbangan banyaknya perjalanan dalam kurun waktu 30 hari, akhirnya gue n temen2 mutusin untuk beli tiket 30-Days Pass. Gue beli yang 20 trips … tapi kayaknya bakalan kurang deh .. karena bakalan banyak jalan2nya …ehmmmm….emoticon

Grha, Antara 12:09 pm

Kangen sama Yayang, Rayyn dan Rayhan. Nelpon rumah nggak diangkat, ternyata lagi ke RS JMC, nganter Rayhan imunisasi. Sepulang mereka, Rayyn udah tidur, Rayhan masih bangun. Kata Bunda, Rayhan udah tumbuh gigi bawahnya dan kerjanya ngoceh mulu. PAs kutelpon, Rayhan lagi ngoceh, senang bercampur miris mendengar ocehannya. Maafkan Ayah yang lagi nggak di sampingmu, ya, Nak. I miss you all!     

AntaraSeptember 22, 2006 5:45 pm

Setelah minggu lalu Jumatan di KBRI, sekarang aku dan temen-temen nyoba Jumatan di Ratchathewi (baca: Ratchadewi). Jumatan terakhir menjelang Ramadhan esok Ahad (24/9). Nggak sulit untuk mencapai mesjid ini.

mesjid n kbri

Berhubung daerah mesjid ini dikenal daerah super-macet (Petchaburi Road Soi 7), untuk mencapai lokasi ini disarankan menggunakan BTS Sky Train. Turun di Ratchathewi, ikuti petunjuk si dalam stasiun menuju arah Krung Thai Bank.

Setelah menuruni tangga stasiun, menuju Krung Thai Bank (di sebelah kiri kita), terus jalan menuju perempatan, dan menyebranginya. Sesampai di seberang, ambil ke kiri menyusuri trotoar. Plang mesjid Darul Aman akan tepat berada dihadapan kita sekitar 4-5 menit berjalan dari perempatan. Setelah itu, belok kanan sekitar 10-15 meter, lokasi mesjid berada di sebelah kanan. Sepanjang menyusuri trotoar, suasana islami terasa menjelang dekat dengan lokasi mesjid, beberapa restauran muslim akan kita temui sepanjang trotoar, salah satunya Moslem Restaurant Mak Yah dan makin banyak lagi jumlahnya di sepanjang jalan di depan mesjid.

Lokasi kisaran mesjid ini dihuni oleh komunitas yang berasal dari wilayah selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia, yakni Narathiwat, Pattani, Yala, dll. Jadi jangan heran kalo mereka ngerti apa yang kita omongin, karena umumnya mereka biasa berkomunikasi dengan antar mereka dengan bahasa Melayu.

mesjid

Dua perbedaan mendasar antara Jumatan di Mesjid Darul Aman dengan Jumatan di KBRI, yakni pertama bahasa pengantar dan kedua waktu masuk jumat. Di Darul Aman, meski komunitas sekitar mesjid dapat berbahasa Melayu (umumnya pendatang dari selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia), tapi bahasa yang digunakan tetap bahasa Thai, sedang di KBRI pastinya pake bahasa Indonesia dong.

Kalau di Darul Aman, jumatan dimulai pukul 12.30, di KBRI selalunya pukul 13.00. Entah kenapa? Pertama kali, kita kira emang waktu jumat jam segitu adanya, ternyata berbekal pengalaman di Ratchthewi, ternyata bukan adanya.

Aku jadi ingat pengalaman jumatan di Mesjid UI. Jam berapa pun waktu jumat waktu itu, mulainya selalunya jam 12.00, biar kata waktu jumat jam 11.30 kek, 11.45 kek, tetap aja mulainya jam 12.00. Selidik punya selidik ternyata disesuaikan jam istirahat orang rektorat.

 emoticon

Yang Unik: Di Mesjid Darul Aman ini, di tempat kita berwudhu, di depan setiap kran disediakan tempat duduk yang ditancap permanen. Jadi, kita wudhunya sambil duduk santai. Bagus … untuk mereka yang sudah uzur dan tak kuat berdiri lama.

AntaraSeptember 15, 2006 6:17 pm

Sekaligus pengen tahu, kami memutuskan untuk Shalat Jumat di KBRI. Naik BTS atau SkyTrain untuk kali pertama, ternyata asyik juga (norak yah! … bodo, emang nggak ada kok yang kayak gini di Jakarta). Rasanya nggak jauh beda ama MRT nya Singapur punya, cuma asyiknya kita bisa melihat pemandangan kota, sambil masang rencana tempat mana saja nanti di week-end bakalan disambatin.

Rada udik gimana cara bayarnya…, akhirnya ada juga teman yang mao ngajarin bagaimana cara untuk ndapetin tiketnya. Plung, masukin koin 25 Baht (sekitar Rp 6.250), Pluk kartu magnetik muncul. Itupun masih ditambah kejadian lucu temanku mencari lubang buat masukin tiketnya sehingga menghambat antrian di belakangnya. Sedang temanku yang lain dengan begitu PD nya langsung ngeloyor pergi setelah masukin tiketnya, padahal tiket itu masih bakal dipakai buat keluar dari stasiun (seperti tiket busway). Susah emang … kalo kabayan saba kota!

Rute menuju KBRI bakalan melewati 5 stasiun (sekitar 5-6 km jaraknya) dengan waktu tempuh kurang dari 10 menit, dan waktu tunggu paling lama 5 menit untuk tiap keretanya. Total waktu yang dibutuhkan kira-kira kurang dari 15 menit untuk sampai ke stasiun tujuan kita, Ratchathewi (baca: Ratchadewi). Padahal waktuitu lagi jam sibuk-sibuk dan penuhnya, jam makan siang, bok!

emoticon … coool!

KBRI, berada didaerah yang dikenal super macet, Petchaburi Road yang juga merupakan salah satu business area. Oleh karena itu, menggunakan BTS adalah salah satu tindakan bijaksana untuk efisiensi waktu dan biaya, ketimbang naik taksi yang pacuan argonya bisa mencapai 10 kali lipat harga BTS.

bangkok business map

Sekitar 15 menit jalan dari stasiun Ratchadewi ke arah Pantip (kayak Pinangsia IT Center di Glodok), letak KBRI tepat bersebelahan sebelum Pantip. Nggak susah dan ribet ngelewatin penjaga. Cukup tunjukin KTP or SIM, bilang mao shalat jumat, setelah ID kita dicatat dan dikasih ID Tamu, melengganglah kita.

mesjin n KBRI

Ngak nyangka gede juga … n bingung dibuatnya. Sasaran utama kita cafetaria, berhubung perut sudah nggak kompromi, lagu kerocongan kerap berkumandang jauh di nun jauh bawah sana. Ubek-ubek nggak ketemu, akhirnya gue beranikan diri dengan PD nya untuk bertanya kepada seseorang yang sepertinya sedang menunggu supir untuk membawanya pergi.

"Maaf, Pak! Boleh tanya kalo kafetarianya di mana ya, Pak?"

"Oh itu di belakang lapangan tenis itu, Mas. Terus ajah, ketemu lapangan tenis belok kanan, belok kiri nah terus ajah. Keliatan koq abis itu. Ngomong2, dalam rangka bisnis apa Mas ke sini?"

Gelagapan ditanya, pasang muka gengsi aku menjawab, "Terima kasih, Pak! Oh iya, Pak kita dalam rangka ngerjain proyek Toyota Thailand, Pak!"

"Oh .. bagus itu!" Bapak itu pun pamit karena mobil jemputannya telah siap membawanya pergi. 

Teman2ku yang sedari tadi melihat aksi heroikku pun, langsung bertanya,

"Kur .. elo tau nggak tadi itu siapa?"

"Nggak tahu!" jawabku dengan polosnya

"Tadi itu Pak Ibrahim Yusuf. Duta Besar sini"

"Oh … gitu yah!"

Ternyata, kita biasanya lebih nyaman berbicara dan bertanya kalau kita tidak tahu siapa lawan bicara kita, layaknya seperti anak kecil yang lugu.

embassy indo in bangkok

ps.

1 - gerbang masuk tamu, kalo untuk buat visa di sis lain sebelah kiri

2 - mushala tempat jumatan (letaknya di tengah danau buatan)

3 - cafetaria, tempat kita jumatan

4 - tempat nanya n ketemu Pak Dubes (Maaf ya Pak! Abis nggak tahu seh …)

Di belakang KBRI mengalir sungai Khlong San Sap. Sungai itu kira-kira lebarnya selebar kanal timur dan barat di Jakarta (dekat Shangri-La dan Wisma BNI). Sungai itu dipergunakan sebagai alternatif transportasi tengah kota. Makanya jangan heran kalo ngeliat sungai itu, sungai di dalam kota tetapi riaknya kok besar sekali. Ternyata riak sungai itu disebabkan kan oleh perahu atau boat yang melewatinya.

Grha, Buana, Nagara, AntaraSeptember 1, 2006 8:00 am

Hilang rupa, mari bersua,

Hilang canda, mari bercengkrama,

Hilang kata, mari bertutur sapa,

Hilang berita, mari kita berwacana.