Tak Ada Istilah Bayi/Anak Nakal
Sering kali kita merasa memiliki bayi atau anak yang “menyusahkan”. Sering kali pula kita mendapati putri kita melampiaskan kemarahannya tanpa alasan yang jelas atau putra kita sangat susah bila disuruh makan. Menurut survei, sekitar 20% anak-anak membuat pusing orang tua dengan tingkah lakunya yang mengesalkan. Bila Anda memiliki anak seperti itu, Anda akan merasa kehabisan tenaga, depresi, tidak-yakin akan kemampuannya dalam mengurus anak (frustasi), marah-marah terhadap anak, dan merasa malu dengan prilaku anak di hadapan orang lain.
Sebuah studi yang pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu menyimpulkan bahwa sesungguhnya setiap anak sejak lahir telah memilki sebuah kesatuan kualitas temperamental (sifat) tertentu. Maksudnya, sejak lahir seorang anak telah dianugerahi untuk memiliki kepribadian atau emosi atau tempramen tertentu. Jadi kita tidak dapat menyalahkan sepenuhnya kepada orang tua, bila mereka memiliki anak yang “kurang sempurna” dari sisi kepribadian atau emosi atau tempramen. Walau ada peran orang tua, tapi itu sangatlah kecil. “Memang sudah dari sananya!” bila kita bisa meminjam istilah umumnya.
Kepribadian atau tempramen ini sebenarnya dapat kita deteksi sejak dini, dari bulan-bulan awal sang anak lahir. Hasil studi tersebut menyimpulkan pula bahwa sedari dini kita dapat menentukan bahwa bayi Anda bakal menjadi anak yang “menyusahkan” atau tidak. Walau memang benar kenyataannya bahwa tempramen seorang anak dipengaruhi oleh banyak faktor, tapi secara umum, akan tetap tak berubah seumur hidup. Contoh bila bayi Anda kerap mbandel menolak disuapi sewaktu jamnya makan, maka boleh jadi sikap keras kepalanya ini akan terus terbawa dalam kehidupannya hingga dewasa.
Jadi apapun kepribadian dan tempramen yang anak Anda miliki, jauhi sikap melabeli mereka dengan “baik” atau “buruk”. Sebab itu semua bukan salah sang anak, juga bukan kesalahan Anda atau pasangan Anda. Memang sudah jalannya (takdirnya)! Anda sendiri pun telah terlahir dengan kepribadian dan tempramen tertentu. Bila Anda merasa memiliki perasaan mudah sekali khawatir akan situasi tertentu, bisa jadi begitu pula kepribadian itu Anda tunjukan sewaktu Anda masih kecil. Contohnya, mungkin sewaktu masih kecil Anda merasa bahwa Anda tidak bisa tidur bila lampu tidak dalam kondisi menyala, maksudnya hanya bisa tidur dalam keadaan terang. Sebab Anda merasa bila tidur di tempat atau dalam keadaan gelap, maka banyak perasaan yang tidak tentu menghantui sehingga sulit untuk tidur.
Oleh karena itu, bersikaplah sesensitif mungkin terhadap tempramen bayi Anda. Dengan begitu Anda akan dapat memodifikasi pendekatan Anda terhadap tingkah laku sang bayi guna menghindari dan mengantisipasi konflik atau ketegangan yang mungkin terjadi. Anda akan jauh lebih percaya diri dalam menangani anak Anda, tanpa terlalu frustasi sehingga dapat membina hubungan Anda dengan sang anak menjadi jauh lebih bahagia, lebih banyak curahan kasih sayang, serta lebih memuaskan bagi kedua pihak.
