Rayyn Derya Anthares
RAYYN
Kata RAYYN adalah versi Inggris dari kata yang berasal dari bahasa Arab, RAYYAN. Ide nama Rayyan kuambil dari salah satu hadits nabi yang berarti nama salah satu gerbang surga yang diperuntukkan hanya bagi mereka yang berpuasa (di bulan Ramadhan) atau suka berpuasa.
Haditsnya kurang lebih berbunyi seperti ini:
“Dari Sahal ibnu Sa’ad –radiAllahu anhu- bahwasannya Nabi SAW pernah berkata, “Di syurga nanti ada sebuah gerbang yang bernama Ar-Rayyan, sebuah pintu yang akan hanya akan dilewati/dimasuki oleh para Sho’imun (orang yang suka berpuasa), tiada orang lain yang melewatinya kecuali mereka. Akan ada panggilan ’Dimana para Sho’imuun?’ dan para Sho’imuun akan berdiri. Tak ada satu orang pun kecuali mereka yang akan melewati gerbang Rayyan.”
Rayyan juga berarti pelepas dahaga, aroma mewangi. Asal katanya, rawiyah, yang berarti minum untuk mengisi sesuatu. Memuaskan, karena itu rayyan juga berarti pemuas dahaga atau aroma sedap (yang menyenangkan).
DERYA
DERYA adalah sebuah kata dari bahasa Farsi-Dari (Persia) yang dipinjamkan ke dalam khasanah bahasa Turki modern yang berarti lautan; dalam bahasa Afghanistan derya juga berarti sungai. Dari pengertian dari kedua bahasa tersebut (Turki dan Afghanistan) derya bermakna proses kompilasi (penggabungan) dua media air (sungai dan laut) sehingga menghasilkan warna biru (a blue compilation of water), dan air adalah penggambaran dari kombinasi yang serasi dari suara (voice) dan ketulusan/kesungguhan hati (sincerity), pesan (message), kehidupan (life) dan kesucian (purity). Ide penggunaan nama derya berawal dari gabungan nama dari Dessy dan Kurnia (deria), yang kemudian sedikit diplesetin menjadi derya, sehingga memiliki makna yang lebih luas.
ANTHARES
ANTHARES adalah sebuah kata dari bahasa Yunani. Anthares adalah bintang yang paling terang dalam konstelasi (rasi bintang) Scorpio. Terminologi kata anthares berasal dari bahasa asli Yunani, yang dibentuk dari dua suku kata, ANTI - ARES, yang berarti TANDINGAN/LAWAN(nya) - MARS. Anthares menunjukkan sifat-sifat kebalikan dari Mars (dewa perang bangsa Yunani) dan apa yang direpresentasikan oleh karakter dewa perang yang berarti; kekerasan, kebrutalan/kekejaman, unjuk kekuatan. Kebalikannya, nama Anthares memberikan pengertian (konsep-konsep) perdamaian, harmoni, kebebasan dan seni… Konsep-konsep yang selalu menjadi inspirasi dunia dan setiap orang yang mencintai kedamaian/harmoni.
HARAPAN KAMI
Harapan kami kedua orang tuanya tersirat dalam nama, agar kelak Rayyn akan menjadi manusia dan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah dan Rasul-Nya serta berguna bagi manusia di sekelilingnya. Rayyn akan menjadi gerbang bagi kami orang tuanya serta masyarakat di sekelilingnya untuk menuju harapan-harapan yang lebih baik, harapan yang dapat memuaskan dahaga keinginan ummat manusia akan keadilan, kebajikan, kejujuran, dan kesejahteraan. Harapan agar Rayyn menjadi dan membuka gerbang kehidupan dengan ketulusan dan kesucian baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Harapan kami pula kelak Rayyn akan membuka gerbang perdamaian, harmoni, kebebasan dan seni tanpa harus dengan kekerasan, kekejaman dan unjuk kekuatan. Harapan akan RAYYN DERYA ANTHARES menjadikan dirinya sebagai "Gerbang Samudera Kedamaian" bagi ummat dan makhluk Allah SWT di sekelilingnya.
SEJARAH NAMA
Dalam penentuan nama, kami mengambil dari bahasa negara yang (pernah) memiliki pengaruh di dunia. Dalam penggunaan kata, kami mengambil dari Hadits/Arab (rayyan), Inggris (tranformasi kata rayyan menjadi rayyn), Turki (derya), Yunani (anthares), dan Cina.
Pemakaian kata yang berasal dari Hadits (Arab) diharapkan nuansa Islami melekat dalam nama sang bayi. sebagaimana Islam telah memberikan pengaruh yang luas kepada peradaban dunia.
Sedangkan penggunaan bahasa Inggris yang mentransformasikan kata rayyan menjadi rayyn, digunakan sebagaimana Inggris telah memberikan pengaruhnya yang begitu luas terhadap penggunaan bahasanya sebagai salah satu bahasa internasional.
Turki kami pakai selain kata-katanya yang unik, juga karena Turki pernah mempunyai pengaruh yang amat besar sewaktu kekhalifahan Utsmaniyah. Setelah merebut Konstantinopel pada tahun 1453, Utsmaniyah mulai membangun negara besar yang benar-benar terorganisasi, hirarkis dan efisien. Ibukota kerajaan, Istanbul, dengan penduduk yang tumbuh menjadi 700.000 -dua kali lebih besar dari negara lawan, Eropa- menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan internasional.[Ira Lapidus, A History of Islamic Societes. (New York: Cambridge University Press, 1988), hlm. 132] Utsmaniyah menjadi pasukan besar Islam yang menciptakan kerajaan dunia yang meliputi pusat Muslim yang utama seperti Kairo, Baghdad, Damaskus, Makkah, dan Madinah. Mereka mengancam Eropa selama hampir dua abad. [Jon L. Esposito, The Islamic Threat].
Yunani, The Island of Myths, pernah menggunjang dunia dengan kisah keperkasaan pasukan perangnya dan kemahiran para filosofnya; Socrates, Plato, dan Aristoteles.
Sedangkan Cina kami gunakan alam penentuan unsur nama dengan mengacu pada teknik astrology cina yang telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Seperti sabda Rasul, “Tuntulah ilmu hingga ke negeri Cina”.
