Troy: Harga Diri dan Kemuliaan Seorang Wanita
Troy, sebuah film yang berlatar belakang bangsa Yunani sedang marak diputar di pawagam (bioskop) ibukota. Film yang dibintangi oleh aktor macho Brad Pitt dan sejumlah pemain film The Lord of the Rings (TLOR), sebut saja Eric Bana (sebagai King of Boromir dalam TLOR 1) yang berperan sebagai Princess Hector dan Orlando Bloom (sebagai Legolas sang peri jago panah dalam TLOR 1-3) yang berperan sebagai Paris, sang “penculik” Helen, istri Menelaus dari Lacedaemon.
Menurut tradisi bangsa Yunani, wanita memiliki posisi yang amat dimuliakan, terutama bagi mereka para peminangnya. Tingkat strata sosial para peminang akan berbanding lurus dengan tingkat kecantikan sang wanita. Semakin cantik seorang wanita maka akan semakin “kuat“ para peminangnya, baik secara sosial maupun fisikal.
Mitosnya, Helen adalah wanita tercantik di seantero dunia, tidaklah mengherankan bila para peminangnya adalah orang-orang yang amat kuat dan berkuasa di negeri itu. Sebuah perjanjian pun diikrarkan antar para peminangnya. Bila mana Helen telah menentukan pilihannya di antara mereka, maka yang lain harus berjanji untuk menjaga Helen tetap menjadi istri pria yang dipilihnya. Kesepakatan itu dibuat guna menjaga perdamaian dan mencegah perseteruan di antara mereka. Oleh karena itu, ketika Helen telah menetapkan untuk memilih Menelaus sebagai pendamping hidupnya, para peminang yang lain telah bersepakat bahwa siapa saja yang berusaha “menculik“ Helen dari Menelaus, maka mereka akan bersatu untuk merebutnya kembali. Maka tatkala Paris, pangeran bangsa Troy “menculik“ Helen, seluruh bangsa Yunani meniupkan genderang perang terhadap kota Troy. “Penculikan” Helen oleh Paris inilah yang menjadi cikal bakal pecahnya perang Troy.
Ada banyak versi yang berkembang mengenai hubungan Helen dengan Paris, putra Raja Prium, penguasa negeri Troy, terutama mengenai kisah “penculikan” atau “kabur”nya Helen dengan Paris. Sebagian legenda mengatakan bahwa Helen benar-benar diculik oleh Paris yang begitu membabi buta cintanya pada Helen. Sebagian lain mengatakan bahwa Helen benar-benar jatuh hati kepada Paris, meski begitu ia memiliki simpati yang tinggi terhadap bangsa Yunani (Greek) yang telah berjuang berusaha untuk membebaskan dirinya dengan mengepung Troy selama lebih dari sepuluh tahun Sedangkan versi yang lain mengatakan bahwa Helen memang terkenal sebagai wanita “penggoda” yang dapat membawa bencana bagi mereka yang berada di sekelilingnya.
Alkisah perang Troy pun pecah hingga memakan waktu lebih dari sepuluh tahun lamanya. Menelaus tetap berperang dengan gagah berani untuk merebutkan kembali sesuatu yang menjadi miliknya, meski ia tidak menduduki posisi yang penting sekalipun seperti halnya Agamemnon, kakaknya yang bertindak sebagai komandan pemimpin perang bangsa Yunani saat itu. Peran Odysseus dan Achilles merupakan kunci kemenangan pasukan Yunani. Odysseus adalah orang yang mengarsiteki ide “Kuda Troy” sedangkan Achilles adalah sosok tokoh pahlawan perang yang konon dibekali sebuah baju perang oleh Hephaestus, dewa api para pengrajin logam. Pada akhirnya kota Troy dapat ditaklukkan dan Helen pun dapat dibebaskan. Helen bersama Menelaus kembali ke Lacedaemon meneruskan kehidupan pernikahannya yang bahagia seraya membesarkan anka mereka, Hermione.
Berkaca pada sejarah mitos bangsa Yunani, wanita memilki tempat yang begitu berarti. Sesuatu yang layak diperjuangkan untuk dijaga kehormatannya. Sebuah kebanggaan untuk menjaganya tetap pada pria pilihannya, dan untuk itu mereka – bekas para peminangnya – rela mengorbankan dirinya. Letak kecantikan Helen bukan dilihat dari kaca mata fisik saja oleh para peminangnya. Helen bagi mereka merupakan sosok wanita yang mewariskan kebijaksanaan ibunya, Leda sebagai ratu Sparta serta mewariskan prilaku moral, dan keadilan ayahnya, Zeus sebagai pemimpin spritual para dewa dan manusia. Perjuangan merebut Helen adalah perjuangan merebut kembali nilai spiritual, moral, kebijaksanaan, keadilan, dan kesejahteraan. Helen merupakan simbolisme nilai-nilai yang amat didambakan masyarakat. Helen merupakan nilai-nilai yang harus diperjuangkan meski itu harus memakan waktu yang amat lama dan pengorbanan berupa nyawa. Helen adalah milik tiap anak bangsa yang peduli akan moral yang tinggi, rasa keadilan guna membawa diri kita kesejahteraan, sejahtera lahir dan batin.
