Grha, KaulaJune 24, 2004 8:25 am

 

Rayyn Derya Anthares

RAYYN

Kata RAYYN adalah versi Inggris dari kata yang berasal dari bahasa Arab, RAYYAN. Ide nama Rayyan kuambil dari salah satu hadits nabi yang berarti nama salah satu gerbang surga yang diperuntukkan hanya bagi mereka yang berpuasa (di bulan Ramadhan) atau suka berpuasa.

Haditsnya kurang lebih berbunyi seperti ini:
Dari Sahal ibnu Sa’ad –radiAllahu anhu- bahwasannya Nabi SAW pernah berkata, “Di syurga nanti ada sebuah gerbang yang bernama Ar-Rayyan, sebuah pintu yang akan hanya akan dilewati/dimasuki oleh para Sho’imun (orang yang suka berpuasa), tiada orang lain yang melewatinya kecuali mereka. Akan ada panggilan ’Dimana para Sho’imuun?’ dan para Sho’imuun akan berdiri. Tak ada satu orang pun kecuali mereka yang akan melewati gerbang Rayyan.”

Rayyan juga berarti pelepas dahaga, aroma mewangi. Asal katanya, rawiyah,  yang berarti minum untuk mengisi sesuatu. Memuaskan, karena itu rayyan juga berarti pemuas dahaga atau aroma sedap (yang menyenangkan).

DERYA

DERYA  adalah sebuah kata dari bahasa Farsi-Dari (Persia) yang dipinjamkan ke dalam khasanah bahasa Turki modern yang berarti lautan; dalam bahasa Afghanistan derya juga berarti sungai. Dari pengertian dari kedua bahasa tersebut (Turki dan Afghanistan) derya bermakna proses kompilasi (penggabungan) dua media air (sungai dan laut) sehingga menghasilkan warna biru (a blue compilation of water), dan air adalah penggambaran dari kombinasi yang serasi dari suara (voice) dan ketulusan/kesungguhan hati (sincerity), pesan (message), kehidupan (life) dan kesucian (purity). Ide penggunaan nama derya berawal dari gabungan nama dari Dessy dan Kurnia (deria), yang kemudian sedikit diplesetin menjadi derya, sehingga memiliki makna yang lebih luas.

ANTHARES

ANTHARES  adalah sebuah kata dari bahasa Yunani. Anthares adalah bintang yang paling terang dalam konstelasi (rasi bintang) Scorpio. Terminologi kata anthares berasal dari bahasa asli Yunani, yang dibentuk dari dua suku kata, ANTI  - ARES, yang berarti TANDINGAN/LAWAN(nya) - MARS. Anthares menunjukkan sifat-sifat kebalikan dari Mars (dewa perang bangsa Yunani) dan apa yang direpresentasikan oleh karakter dewa perang yang berarti; kekerasan, kebrutalan/kekejaman, unjuk kekuatan. Kebalikannya, nama Anthares memberikan pengertian (konsep-konsep) perdamaian, harmoni, kebebasan dan seni… Konsep-konsep yang selalu menjadi inspirasi dunia dan setiap orang yang mencintai kedamaian/harmoni.

HARAPAN KAMI

Harapan kami kedua orang tuanya tersirat dalam nama, agar kelak Rayyn akan menjadi manusia dan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah dan Rasul-Nya serta berguna bagi manusia di sekelilingnya. Rayyn akan menjadi gerbang bagi kami orang tuanya serta masyarakat di sekelilingnya untuk menuju harapan-harapan yang lebih baik, harapan yang dapat memuaskan dahaga keinginan ummat manusia akan keadilan, kebajikan, kejujuran, dan kesejahteraan. Harapan agar Rayyn menjadi dan membuka gerbang kehidupan dengan ketulusan dan kesucian baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Harapan kami pula kelak Rayyn akan membuka gerbang perdamaian, harmoni, kebebasan dan seni tanpa harus dengan kekerasan, kekejaman dan unjuk kekuatan. Harapan akan RAYYN DERYA ANTHARES menjadikan dirinya sebagai "Gerbang Samudera Kedamaian" bagi ummat dan makhluk Allah SWT di sekelilingnya.

SEJARAH NAMA
Dalam penentuan nama, kami mengambil dari bahasa negara yang (pernah) memiliki pengaruh di dunia. Dalam penggunaan kata, kami mengambil dari Hadits/Arab (rayyan), Inggris (tranformasi kata rayyan menjadi rayyn), Turki (derya), Yunani (anthares), dan Cina.

Pemakaian kata yang berasal dari Hadits (Arab) diharapkan nuansa Islami melekat dalam nama sang bayi. sebagaimana Islam telah memberikan pengaruh yang luas kepada peradaban dunia.

Sedangkan penggunaan bahasa Inggris yang mentransformasikan kata rayyan menjadi rayyn, digunakan sebagaimana Inggris telah memberikan pengaruhnya yang begitu luas terhadap penggunaan bahasanya sebagai salah satu bahasa internasional.

Turki kami pakai selain kata-katanya yang unik, juga karena Turki pernah mempunyai pengaruh yang amat besar sewaktu kekhalifahan Utsmaniyah. Setelah merebut Konstantinopel pada tahun 1453, Utsmaniyah mulai membangun negara besar yang benar-benar terorganisasi, hirarkis dan efisien. Ibukota kerajaan, Istanbul, dengan penduduk yang tumbuh menjadi 700.000 -dua kali lebih besar dari negara lawan, Eropa- menjadi pusat kekuasaan dan kebudayaan internasional.[Ira Lapidus, A History of Islamic Societes. (New York: Cambridge University Press, 1988), hlm. 132] Utsmaniyah menjadi pasukan besar Islam yang menciptakan kerajaan dunia yang meliputi pusat Muslim yang utama seperti Kairo, Baghdad, Damaskus, Makkah, dan Madinah. Mereka mengancam Eropa selama hampir dua abad. [Jon L. Esposito, The Islamic Threat].

Yunani, The Island of Myths, pernah menggunjang dunia dengan kisah keperkasaan pasukan perangnya dan kemahiran para filosofnya; Socrates, Plato, dan Aristoteles.

Sedangkan Cina kami gunakan alam penentuan unsur nama dengan mengacu pada teknik astrology cina yang telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Seperti sabda Rasul, “Tuntulah ilmu hingga ke negeri Cina”.

Grha, KaulaJune 23, 2004 1:56 am

Rayyn, begitulah nama yang akan kuberikan kepada anakku. Terlahir pada tanggal 23 Juni 2004 M atau 7 Jumadil Awal 1425 H sekitar pukul 14.10 dengan berat 2,8 kg dan panjang 50 cm di rumah sakit JMC. Rayyn lahir dengan kondisi yang sedikit mengkhawatirkan kedua orang tuanya.

Kedatangannya diawali dengan pecah ketuban terlebih dahulu dari sang ibu pada pukul 01.00 dini hari tanpa diiringi dengan bukaan ditambah posisi sang bayi yang sedikit terlibat oleh tali plasentanya. Proses kelahiran dimulai dari pecahnya ketuban membutuhkan waktu dua belas jam setelah melalui proses perangsaan (induksi) bagi sang ibu. Sungguh masa dua belas jam tersebut merpakan masa yang cukup memilukan hati terhadap kondisi istriku, karena menit demi menit rasa mules yang amat menyakitkan datang dengan sedikit jeda, diakibat proses perubahan kondisi rahim karena sang bayi sedikit demi sedikit bergerak ke jalan keluar. Aku hanya dapat berdoa dan mengelus lengannya dengan sesekali mengalihkan diri dengan kesibukan lain di sampingnya agar tidak terlalu terbawa emosi. Aku harus tetap tegar di sampingnya sampai akhir proses persalinannya.

Kondisi tersebut mengakibatkan Rayyn lahir tidak disertai dengan tangisan yang meledak layaknya bayi pada kondisi kelahiran normal, tangisannya agak sedikit merintih dan tidak lepas, mungkin disebabkan oleh tali pusat yang melilit lehernya ketika proses kelahiran atau ketiadaan/terminum oleh air ketuban selama dalam rahim. Wallahu “alam!. Proses kelahiran sang ibu sendiri, Alhamdulillah, berlangsung normal tanpa harus melalui proses operasi (cesio).

Si kecil Rayyn diduga mengalami asfiksia (kekurangan oksigen) yang diakibatkan oleh terjadinya pecah ketuban dua belas jam sebelum kelahiran setelah sebelumnya dilakukan proses induksi. Kondisi itu agak disedikit diperparah dengan kondisinya yang terlilit usus, mengakibatkan Rayyn harus melalui special treatment  setelah kelahiran dengan mengirimkannya ke ruang incubator guna diberikan infus dan antibiotik. Menurut dokter, antibiotik diberikan guna mencegah infeksi, salah satunya kemungkinan terminumnya air ketuban atau ketiadaan air ketuban (kering) yang selama ini berfngsi sebagai body protector bagi dirinya. Sedangkan pemberian makanan cair berupa infus melalui pertimbangan kekhawatiran usus Rayyn belum menerima ASI langsung, ditakutkan adanya penolakan yang akan berpengaruh ke fungsi pencernaannya.

Semoga Rayyn cukup tegar dan kuat unutk menerima cobaannya pertama di dunia ini.

Selamat datang, “gerbang kecil”ku!

NagaraJune 17, 2004 7:39 am

Kiprah partai yang satu ini (PKS) selain tentunya Partai Demokrat cukup fenomenal. Perolehan suara PKS yang 7,2% dari informasi terakhir sekitar 8,3 juta pemilih diperolehnya dari hasil kerja keras PKS selama lima tahun belakangan. Kepiawaiannya dalam mengetengahkan isu-isu yang relevan di masyarakat ditunjang penuh oleh kiprah positif anggota legislatifnya yang terpilih di Pemilu 1999 lalu, membuat masyarakat menaruh harap banyak akan kehadiran partai ini terutama dalam mengentaskan masalah korupsi yang telah menjadi way of life.

Gonjang-ganjing pemilihan presiden kiranya telah menyeret aksi dukung-mendukung calon presiden sejumlah partai, begitu pula halnya dengan PKS. Tapi, sampai saat ini PKS belum memutuskan dukungannya kepada salah satu dari calon presiden yang ada. Berita yang berkembang disinyalir kubu PKS terkristalisasi antara mendukung Amien dan Wiranto.

Walau saya bukan sebagai kader, hanya seorang simpatisan yang kerap memantau pergerakan partai ini dari Pemilu 1999, saya hanya menghimbau warga/simpatisan PKS yang lain agar bersabar.

Bila dicermati, saya yakin PKS akan mendukung salah satu partai with no compensation but with some conditions. Artinya PKS tidak ingin menghidupkan politik dagang sapi - aksi barter dengan pembagian kekuasaan sebagai imbalan, tapi sebaliknya dukungan PKS akan dibarengi semacam pra syarat kontrak politik bagi calon presiden yang akan disokongnya. Dengan begitu ungkapan politik “there is no such a free lunch” mungkin ada benarnya, tapi lebih berkonotasi positif (konstruktif) demi kepentingan masyarakat banyak, bukan dengan imbal balik kursi kekuasaan.

Dan bila warga PKS mengamati dengan cermat kembali, PKS ada dalam kondisi dilematis yakni antara keinginan kuat untuk mengganti rezim yang berkuasa sekarang karena dianggap tidak cukup berhasil, dan keinginan untuk mempertahankan eksistensi partai sebagai gerakan moral baru dalam berpolitik. Kedua keinginan itu sama baiknya, tapi sayangnya keduanya saling bertolak belakang dan tidak dapat dijalankan secara bersamaan.

Wal hasil, dari kabar burung bahwasannya PKS terpecah menjadi dua kubu antara mendukung Wiranto dan Amien, momen telah dimanfaatkan oleh beberapa pihak ini untuk menciptakan polemik di masyarakat terutama warga PKS, agar suara PKS diarahkan ke kubu tertentu atau menghancurkan keutuhan partai.

Bagi mereka yang takut bahwasannya PKS akan benar-benar mendukung Wiranto karena akan menghilangkan atau mengecilkan kemungkinan kemenangan calon presiden lain yang didukungnya, berusaha agar PKS mendukung salah satu kandidat presiden yang memiliki peluang kecil untuk bisa menang. Isu-isu yang dibuat dapat berupa hujatan bahwa PKS akan mengecewakan konstituennya bila benar-benar memilih Wiranto karena Wiranto bagian dari masa lalu Indonesia (Orba) dan berlatar belakang militer, atau berupa pengkondisian bahwa kubu Amien-lah yang secara platform sesuai dengan platform PKS.

Yang pasti apapun pilihan dan dukungan PKS pada akhirnya, niat baik serta prasangka baik lah yang harus ditumbuhkembangkan, karena keputusan yang ditelorkan didasarkan pertimbangan untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, selanjutnya yang berbicara adalah komitmen dari presiden yang didukung oleh PKS untuk menjalankan amanah dan pra-syarat yang telah diajukan sebelumnya.

Satu hal lagi sebuah kondisi yang saya lihat telah membawa pengaruh yang cukup signifikan akan ketidak buru-buruannya PKS dalam memberikan dukungan kepada salah satu calon presiden adalah soliditas dan keutuhan partai menjadi tetap terjaga. Kita sama-sama melihat, banyak partai yang dari awal telah memberikan dukungannya kepada salah satu calon presiden tertentu, tetapi di tengah jalan terjadi perpecahan antar mereka dalam hal dukungannya terhadap calon presiden yang lain, sehingga membuat para konstituennya bingung sebenarnya partainya mendukung calon presiden yang mana?

Harapan untuk menjaga soliditas dan keutuhan partai itulah yang sepertinya telah matang-matang dipikirkan oleh para petinggi PKS dalam hal ini MPP (Majelis Pertimbangan Partai) PKS. Oleh karena itu, MPP PKS kerap menghimbau warganya agar jangan terjebak dalam aksi mendukung capres. Saya yakin, pernyataan akhir sikap partai pasti akan dikeluarkan oleh MPP sehubungan dengan pemilihan presiden dengan pertimbangan agar warga PKS tidak dibuat bingung dan salah arah dalam menentukan presiden pilihannya, apa pun itu bentuknya, baik berupa rekomendasi maupun penunjukan langsung.

Oleh karena itu, masalah dukung-mendukung atau pun pernyataan sikap hanyalah soal momen (waktu yang tepat). Terlebih lagi, memutuskan masalah kritikal seperti calon presiden bukanlah persoalan yang dapat diselesaikan dalam satu dua hari rapat, kongres, apapun namanya. Perlu pertimbangan yang dalam dan menyeluruh mencakup segala aspek berkaitan dengan pribadi, visi dan  misi  aupun barisan pendukung di belakang presiden yang bersangkutan. Bisa jadi pula ini penundaan pemberian pernyataan dukungan dari PKS  terhadap salah satu capres atau pun rekomendasi merupakan sebuah strategi yang mudah-mudahan cukup efektif untuk menggalang opini publik di akhr masa kampanye, sebagai mana  pendapat ahli komunikasi yang mengatakan bahwa “mereka yang terakhir paling banyak memenuhi media dan jadi bahan pembicaraan akan mampu menuai simpati dan perhatian masyarakat paling banyak”.

Apapun hasilnya, pemimpin yang terpilih nantinya akan tidak jauh berbeda dari kondisi umum masyarakat pemilihnya. Kualitas pemimpin akan bergantung dengan kualitas rakyatnya. Pemimpin akan menjadi cermin rakyat yang dipimpinnya. Pepatah mengatakan “air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga” atau “ buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”. Yang pasti kita harus bersabar, mungkin belum saat ini Indonesia berubah, mungkin esok atau lusa. Mungkin. Wallahu ‘alam yang penting kita harus tetap bekerja dan berusaha!

NagaraJune 16, 2004 2:00 am

Troy, sebuah film yang berlatar belakang bangsa Yunani sedang marak diputar di pawagam (bioskop) ibukota. Film yang dibintangi oleh aktor macho Brad Pitt dan sejumlah pemain film The Lord of the Rings (TLOR), sebut saja Eric Bana (sebagai King of Boromir dalam TLOR 1) yang berperan sebagai Princess Hector dan Orlando Bloom (sebagai Legolas sang peri jago panah dalam TLOR 1-3) yang berperan sebagai Paris, sang “penculik” Helen, istri Menelaus dari Lacedaemon.

Menurut tradisi bangsa Yunani, wanita  memiliki posisi yang amat dimuliakan, terutama bagi mereka para peminangnya. Tingkat strata sosial para peminang akan berbanding lurus dengan tingkat kecantikan sang wanita. Semakin cantik seorang wanita maka akan semakin “kuat“ para peminangnya, baik secara sosial maupun fisikal.

Mitosnya, Helen adalah wanita tercantik di seantero dunia, tidaklah mengherankan bila para peminangnya adalah orang-orang yang amat kuat dan berkuasa di negeri itu. Sebuah perjanjian pun diikrarkan antar para peminangnya. Bila mana Helen telah menentukan pilihannya di antara mereka, maka yang  lain harus berjanji untuk menjaga Helen tetap menjadi istri pria yang dipilihnya. Kesepakatan itu dibuat guna menjaga perdamaian dan mencegah perseteruan di antara mereka. Oleh karena itu, ketika Helen telah menetapkan untuk memilih Menelaus sebagai pendamping hidupnya, para peminang yang lain telah bersepakat bahwa siapa saja yang berusaha “menculik“ Helen dari Menelaus, maka mereka akan bersatu untuk merebutnya kembali. Maka tatkala Paris, pangeran bangsa Troy “menculik“ Helen, seluruh bangsa Yunani meniupkan genderang perang terhadap kota Troy. “Penculikan” Helen oleh Paris inilah yang menjadi cikal bakal pecahnya perang Troy.

Ada banyak versi yang berkembang mengenai hubungan Helen dengan Paris, putra Raja Prium, penguasa negeri Troy, terutama mengenai kisah “penculikan” atau “kabur”nya Helen dengan Paris. Sebagian legenda mengatakan bahwa Helen benar-benar diculik oleh Paris yang begitu membabi buta cintanya pada Helen. Sebagian lain mengatakan bahwa Helen benar-benar jatuh hati kepada Paris, meski begitu ia memiliki simpati yang tinggi terhadap bangsa Yunani (Greek) yang telah berjuang berusaha untuk membebaskan dirinya dengan mengepung Troy selama lebih dari sepuluh tahun Sedangkan versi yang lain mengatakan bahwa Helen memang terkenal sebagai wanita “penggoda” yang dapat membawa bencana bagi mereka yang berada di sekelilingnya.

Alkisah perang Troy pun pecah hingga memakan waktu lebih dari sepuluh tahun lamanya. Menelaus tetap berperang dengan gagah berani untuk merebutkan kembali sesuatu yang menjadi miliknya, meski ia tidak menduduki posisi yang penting sekalipun seperti halnya Agamemnon, kakaknya yang bertindak sebagai komandan pemimpin perang bangsa Yunani saat itu. Peran Odysseus dan Achilles merupakan kunci kemenangan pasukan Yunani. Odysseus adalah orang yang mengarsiteki ide “Kuda Troy” sedangkan Achilles adalah sosok tokoh pahlawan perang yang konon dibekali sebuah baju perang oleh Hephaestus, dewa api para pengrajin logam. Pada akhirnya kota Troy dapat ditaklukkan dan Helen pun  dapat dibebaskan. Helen bersama Menelaus kembali ke Lacedaemon meneruskan kehidupan pernikahannya yang bahagia seraya membesarkan anka mereka, Hermione.

Berkaca pada sejarah mitos bangsa Yunani, wanita memilki tempat yang begitu berarti. Sesuatu yang layak diperjuangkan untuk dijaga kehormatannya. Sebuah kebanggaan untuk menjaganya tetap pada pria pilihannya, dan untuk itu mereka – bekas para peminangnya – rela mengorbankan dirinya. Letak kecantikan Helen bukan dilihat dari kaca mata fisik saja oleh para peminangnya. Helen bagi mereka merupakan sosok wanita yang mewariskan kebijaksanaan ibunya, Leda sebagai ratu Sparta serta mewariskan prilaku moral, dan keadilan ayahnya, Zeus sebagai pemimpin spritual para dewa dan manusia. Perjuangan merebut Helen adalah perjuangan merebut kembali nilai spiritual, moral, kebijaksanaan, keadilan, dan kesejahteraan. Helen merupakan simbolisme nilai-nilai yang amat didambakan masyarakat. Helen merupakan nilai-nilai yang harus diperjuangkan meski itu harus memakan waktu yang amat lama dan pengorbanan berupa nyawa.  Helen adalah milik tiap anak bangsa yang peduli akan moral yang tinggi, rasa keadilan guna membawa diri kita kesejahteraan, sejahtera lahir dan batin.

NagaraJune 14, 2004 2:06 am

Isu-isu politik yang berkembang menjelang pemilihan presiden 5 Juli 2004 kian marak, terutama isu yang berkaitan dengan pencalonan capres dari militer.

Sebagian pengamat politik menganggap isu-isu yang dilontarkan adalah upaya untuk mendiskreditkan capres yang berasal dari militer dan dalam rangka black campaign. Sedangkan sebagian pengamat politik yang lain menganggap isu-isu yang dilontarkan tersebut adalah upaya-upaya kontra produktif, maksudnya adalah usaha-usaha yang dilancarkan untuk kian mendongkrak popularitas sang calon guna menggalang rasa simpati dari masyarakat.

Pendapat pertama para pengamat mungkin cukup beralasan, menimbang capres yang berlatar belakang  militer yang ada saat ini merupakan kandidat yang potensial untuk maju ke putaran babak kedua pemilihan presiden di 20 September 2004 nanti.

Sebut saja Wiranto, walau dari segi popularitas dia tidak begitu dikenal banyak oleh kalangan masyarakat pelosok, tapi berbekal mesin politik yang ditungganginya (Golkar) sebagai pemenang pemilu legislatif 5 April lalu, ditambah perolehan suara dari para kawulo NU pendukung Solahuddin Wahid sebagai cawapres pendamping Wiranto, membuat pasangan ini berpotensi besar untuk mendulang perolehan suara guna menduduki posisi dua besar. Tidak pelak kiranya, upaya-upaya untuk menggoyang posisi mereka kerap dilancarkan kepada sang capres Wiranto, perihal isu keterlibatan dalam Tragedi Trisakti, kasus Semanggi I dan II, baik dalam bentuk demo anti Wiranto maupun penyebaran selebaran hingga berbentuk VCD.

Begitu pula halnya dengan capres Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Popularitas sang kandidat presiden dari partai demokrat ini sangat menanjak saat ini. Pooling LP3ES dan IFES menyebutkan popularitas pasangan cawapres Jusuf Kalla mencapai angka di atas 40%, jauh meninggalkan pasangan Amien Rais-Siswono yang menduduki peringkat kedua dengan kisaran sekitar 15% responden. Popularitas SBY saat ini memang sangat menanjak, dimulai dari pernyataan Taufik Kiemas yang menganggap sikapnya terlalu kekanak-kanakan perihal anggapannya bahwa SBY mengadu kepada media karena tidak pernah lagi dilibatkan dalam rapat kabinet, bukan kepada Megawati sebagai atasannya. Konflik antara SBY – Taufik – Megawati telah secara tidak langsung memposisikan SBY sebagai pihak teraniaya dan telah menimbulkan simpati yang cukup besar dari masyarakat kepada SBY dan partainya. Walhasil, partai demokrat sebagai partai new comer mendulang sukses besar di pemilu 5 April lalu, mengalahkan PAN yang telah malang melintang di pemilu sebelumnya. Kembali upaya untuk menggoyang popularitas SBY pun dilakukan melalui isu keterlibatannya di tragedi 27 Juli.

Masyarakat dihadapkan pada pilihan antara fakta dan persepsi. Fakta, apakah kejadian yang dituduhkan kepada capres pilihannya adalah benar adanya atau persepsi yang sudah telah terbentuk melalui first impression bahwa mereka sudah terlanjur suka kepada capres pilihannya.

"If we are talking about politics, we are talking about perceptions not just facts."

Sebagian massa pemilih bangsa Indoesia yang notabenenya golongan menengah ke bawah lebih melihat ke realita yang berlaku di sekitar mereka. Nah, bila itu semua tidak terpenuhi maka harapan dan persepsi yang berbicara. Masyarakat akan berusaha mencari (kemungkinan) alternatif yang dapat memenuhi harapan mereka. Harapan akan harga sembako yang murah, tidak adanya kelonjakan harga akan hal-hal yang sudah menjadi kebutuhan primer buat mereka seperti, ongkos angkutan, harga bahan bakar, tarif telepon, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Fakta hanyalah sebagai pendukung yang utama adalah persepsi yang ada di benak masyarakat. Persepsi itulah yang harus kita bentuk. Sebagus apapun fakta dari pencapaian yang telah kita raih tidak akan punya andil besar bila persepsi masyarakat tidak juga ikut dibentuk.

Pendidikan politik masyarakat masih jauh dari harapan. Bila ingin masyarakat memilih berdasarkan fakta, maka ajarkan kepada mereka bagaimana cara memilih yang benar. Memilih dengan hati nurani dan fakta saja tidaklah cukup. Ajarkan kepada mereka untuk kritis terhadap program kerja kandidat, trak record kandidat, capability kandidat, latar belakang kandidat, dan masih banyak lagi.

Akankah politik tetap merupakan persepsi ketimbang fakta, tergantung bagaimana kita mensikapinya.

Sekarang bukanlah masanya untuk berkata,“Bila tidak sesuai harapan, kita jangan pilih lagi di pemilu mendatang“. Sekarang adalah masanya memilih dengan penuh pertimbangan. Terlalu besar taruhannya bila kita memilih hanya berdasarkan coba-coba dan perasaan atau persepsi semata. Kesengsaraan dalam lima tahun ke depan adalah konsekuensi yang akan kita tanggung terhadap kesalahan pilihan kita. Pilih dengan penuh pertimbangan, bila sesuai ambil dan bila tidak tinggalkan.